Senin, 21 Desember 2009

sajak-puisi

dari jendela senja

kutatap dari jendela
kulihat semburat merah yang disisakan surya
yang telah menggulungkan keemasan cahaya fajarnya
kutatap aliran gemericik yang mengusik itu
terlihat oleh ku
beberapa

dedaunan terbawa alirannya
kudengar gemericik aliran sungai mengalir
membekas di batin ku
dan kurasai suatu kesadaran mataku
yang pernah tertutup embun dingin
dari kelabu salju yang membeku
kutatap lebih dalam lagi
kedasarnya....
dan mulai kurasai hangatnya
lembutnya.....
sentuhan semilir angin
yang seiring menyadarkan beku kelabu hatiku