Rabu, 06 Agustus 2014

Petak Umpet - - - the GazettE fanfic


Genre              : humor niatnya
Warning          : yaoi, ancur, kurang humor
Author             : Mocha Chubby
Cast                 : the gazettE, Miyavi, Hyde, Nightmare, Alice Nine
Rate                 : T+
Disclaimer       : mereka milik diri mereka masing-masing.
Masa kecil anak-anak Gazette di  desa PS.  Sebuah fanfic  asal-asalan dari author nubie.. ^_^
-----------------
Suatu ketika di Peace and Smile Village. Terdapat anak-anak yang lagi main-main di dekat kebon pisang yang bersebelahan sama kolam (baca: empang) tempat milik pak Miyavi. Bapaknya si Aoi ini emang penggemar beratnya finding Nemo, tapi karena jauh dari laut makanya milih melihara ikan gurami dan gabus aja. Tapi saking seringnya melihat gurami alhasil anak sulungnya jadi deh bibirnya seseksi(?) ikan yang terkenal  dengan  nama kissing gurame itu.
“satu... dua... tiga... empat....” seorang anak lagi menghitung sambil nempelin matanya ke tangan yang nemplok ama pohon pisang ambon yang baru keluar ontongnya(bunganya).
“pssttt....  jangan ikut..” ucap seorang anak lainnya yang make noseband pada temannya yang lehernya garis-garis kayak zebra. Entah karena ngefans sama zebra atau karena habis bantuin emaknya si Nyai Hizaki bikin perkedel di dapurnya yang masih pakai kayu bakar. (wah Hizaki nggak takut itu gaunnya kebakar ya?)
“Aku sembunyi dimana dong?” tanyanya lirih kebingungan di samping Reita.
“Pokoknya jangan sama aku.”  Reita mengusir  Ruki dari tempat kekuasaannya yaitu di belakang pepohonan nanas. Niatnya sih sekalian ngambil nanas juga sih kan lumayan panas-panas gini. Ruki pergi dengan gontai mencari tempat persembunyian lain.
‘fufufufu pasti nggak cepet ketemu deh aku.’ Pikir Aoi dalam hati, sembunyi dimanakah? Author nggak tahu kalau tahu bukan bersembunyi namanya.(plakkk)
“lima... enam....” si anak berlesung pipit alias ber-dimple masih terus menghitung. “masih enam seratusnya masih lama deh..” komennya di tengah menghitung.
“disini aman deh kayaknya.” Uruha lagi sembunyi di tumpukan jerami di bawah pohon mangga dekat sawah. “nyaman banget juga disini..” ucapnya menikmati hawa sejuk disekelilingnya.
Kita beralih ke Ruki, dia sudah bersembunyi dengan baik di antara pohon jagung. Entah mengapa anak ini tidak memilih sembunyi aja di kebon tomat kan kemungkinan gatel-gatelnya kecil. Apa mau menyamarkan rambutnya diantara rambut-rambut taneman jagung? Atau karena ilfeel ama tomat? Entahlah hanya Ruki yang tahu.
“delapan belas... sembilan belas... seratus...” sepertinya Kai belum bisa berhitung dengan baik walau sudah kelas 2 SD sekarang. “Nah Kai cari ya sekarang?!” ucapnya sambil tersenyum mulai mengeksplorasi sekitarnya.
“Ruki, Rei-chan, Aoi, Uru... Kai comiiing.....” tambahnya sok-sok pakai bahasa Inggris. Padahal ulangannya kemarin dapet kursi(baca: empat).
“Dimana ya?? Kok sulit banget ditemuin malah udah mendung lagi.” Ucap Kai udah gontai mencari ke sekeliling kebon pisang selama setengah jam tapi belum nemuin teman-temannya.
Sementara itu.
Di tempat Reita yang masih ngupasin nanas dan entah bawa pisau dari mana itu anak tak berhidung (dihajar fans Reita=menghajar diri sendiri)
“Uhh,,, udah bosen mana sih Kai?? belum dateng juga .” ucapnya sambil celingukan. Padahal si Kai menghitungnya nggak lengkap coba lengkap lebih lama lagi kayaknya. XD
At Uruha place.
“grookkk... grook...” si Uruha yang emang udah pelor(nempel langsung molor) ketiduran diantara hangatnya tumpukan jerami. Nggak tau deh kalaupun ketemu nanti bisa di bangunin apa mesti diseret  pakek  gerobak  nanti  pulangnya.
Di tempatnya Aoi.
Blup..blup....
‘ufufufufu bener deh itu si Kai kewalahan, belum nemuin aku.’ Pikir Aoi bangga sambil lihat  Kai yang lagi bingung muterin pohon pisang. ‘ini kolam emang tempat persembunyian yang bagus buat aku.’ OMG ternyata dianya nyelem di kolam dan pakai bambu buat napas. Salut deh buat Aoi, anda memang gurami sejati. (pluukkk... author dilemparin lumut kolam)

Di tempatnya Ruki.
“si Kai lama juga yah? Emang susah kalau yang jaga rada autis dan pikunan gitu kayaknya.” Bisik Ruki lirih.
“ihh...aahhh..... ahh jangaann...” Ruki mendengar suara yang lirih tak jauh darinya masih di kawasan ladang jagung.
“nggak apa-apa kok... sini deh....” suara lainnya yang bikin makin curiga karena itu anak merasa kenal ma suara yang ini.
“auchh.......sa... sakiiit...” ucap suara satunya lagi bikin Ruki nggak betah pengen nyari sumber suara.
“iiihhhh kamu imuuuut... kalau begitu....bikin aku nggak tahan....” ini suara yang diapal banget ama Ruki suara kakaknya si Ruka, tinggal membuka selapis pohon  jagung lagi dan bakal jelas deh apa yang mereka lakuin juga identitas mereka.
“Rukaaa....jangan mesum siang-siang..... Eh...” teriak Ruki yang berpikir telah menggerebek kakaknya Ruka dan Yomi yang notabennya anak kelas 5 SD tapi mesumnya udah nggak ketulungan.
“Mesum apaan? Orang lagi ngobatin lutut Yomi yang habis jatuh pake daun pete(?)” tanya si Ruka inocent pada adiknya Ruki yang mangap karena melihat pemandangan yang berbeda dari pikirannya.
“Iya ngapain juga mesuman di ladang jagung, gatel tahu. Mending juga di rumah aku aja.” Ucap si cebol Yomi menambahi. Iya cebol pasalnya sudah kelas 5 SD tapi masih tinggian Ruki, padahal Ruki aja udah dianggep boncel sama Reita. Kebayang nggak tuh betapa ‘munggil’ ukenya Ruka.
“Ya maaf habis kalau lihat kalian kepikirannya pasangan mesum mulu sih.”  jelas Ruki pada  kakaknya dan calon kakaknya itu seenak hati.
“Uhukkk...” Ruki terbatuk ketika sebuah tepukan(pukulan) mendarat di punggungnya dengan mulus.
“Ruki ketemu..” si cowok ber-lesung pipi tiba-tiba mukul si Ruki dan lari balik ke start.
 “Gyaahhh.. gara-gara kakak jadi ketahuan.” rutuk si Ruki kesal lalu ikut lari ke start  takut keduluan si Kai dan di suruh jaga.
“Hore...aku nggak jaga.” Ucap Ruki seneng karena bisa mendahului Kai. Kok bisa? Secara logika kan kakinya panjang Kai? Bisalah karena di jalan Kai lihat si Nao lagi kesulitan ngambil layang-layang nyangkut di pohon jati. Sebagai seme yang baik harus bantuin uke. Si Kai yang udah tahu kalah balik lagi nyari tiga temennya yang lain.
Semenit  kemudian, Kai ngelongok ke bawah pohon ceplukan “ Reita kamu di situ ya?? Ah nggak ada”
Bermenit menit kemudian. “Uruha kamu di situ ya?” ucap Kai sambil ngelihat di balik pohon andong yang masih belum ada semeter tingginya.
“Aoi disitukan? Eh ga ada ya?” ucapnya lagi setelah membalik sebuah genteng yang tergeletak di depannya. Jadi tahu kan kenapa lama banget nyarinya? Yah yang dicari tempat-tempat yg nggak masuk akal sih.
Setelah bermenit-menit-menit-menit kemudian. “akhirnya nemuin si bebek Uru.” Ucap Kai sambil sweatdrop melihat seekor bebek(plakk) maksudnya Uruha lagi nganggrem(?)  alias mendekam  di atas jerami dengan mata terpejam dan melantunkan lagu kodok. Grook grook begitu suaranya. Singkatnya Uruha lagi tidur siang di atas jerami.
“Uruha,, ru,,, bangun,, ru BANGUUNNN.” Teriaknya di dekat telinga Uruha membuat si sleeping bebek(?) terbangun.
“Ahhh brisik... ganggu....  kalo Kai denger gimana?” ucapnya masih nempel di jerami dengan  mata merem.
“INI KAI URU,,,,, BANGUUUNNNN...” teriaknya lagi membuat Uruha langsung melek. Seketika itu juga Kai kabur balik ke start alias pohon pisang deket kolam.
“Kaiiii... gyahhh...” Uruha yang baru melek dengan tergopoh-gopoh bangun menyusul Kai walau masih menguap dan merem melek. Akibatnya 
“aduwwwhh.... sapa naruh pohon di sini?”  Uruha marah-marah sama pohon pete yang di tabraknya.
“Tinggal Aoi sama Reita nih..” kata Ruki pada Kai.
“Mereka dimana sih kasih tahu dong?” pinta Kai hampir nyerah.
“Kalo dikasih tahu kamu jaga lagi Kai.” Timpal Uruha yang sekarang sudah bangun 100% setelah berlari mengejar Kai dan berakhir dengan kepentok pohon pete. Namun usahanya terbayarkan dapat  mengalahkan Kai dengan  menyentuh start lebih dahulu.
“Eh iya juga ya? mereka dimana ya? Ah tapi kasih petunjuk dong?”
“Enggak kemarin aja pas Ruki jaga kalian tinggalin Ruki sendirian gara-gara ada orang gila.” Bantah Ruki.
“lagian juga aku cuma tahu Reita, tidak tahu dimana Aoi.” Tambahnya Ruki disambut anggukan Uruha.
Sementara itu dari dalam kolam si Aoi cengengesan karena tidak ada satupun dari teman-temannya yang tahu.
“Astapiruloh... Piiiihhh... ada ikan kita yang mutasi. Jadi gede banget...” di seberang kolam Hitsugi yang lagi bawa jaring tereak-tereak pada papihnya karena melihat penampakan makhluk air yang misterius.
“Mana-mana?” tanya Pak Miyavi bersemangat barang kali aja ada ikannya yang mutasi jadi putri gurame(?). Habisnya kan peliharanya gurame bukan duyung. Sementara itu si Kai, Ruki dan Uruha juga ikut tertarik pengen lihat ikan yang mutasi.
“Itu tuh” tunjuk si Hitsugi dengan jari tengahnya ke arah makhluk Mr-ius. Jadi ingat temen author yang kalo jelasin presentasi selalu pake jari tengah buat nunjuk papan. XD
“Jaringnya mana, sini biar papih jaring kamu ikutan bantu nariknya.” Perintah Miyavi pada anak bungsunya yang pierchingnya nggak kalah serem dari papihnya.
Dan byuurrrrrrrr... ketika jaring dilempar dan di tarik ke atas. Dan menampakkan sesosok makhluk yang menggeliat-geliat.
“Papih anak sendiri keren gini masa dikira makhluk jadi-jadian sih?” teriak Aoi.
“Eeh...” kelima orang di pinggir kolam hanya ber-eehh ria sambil meneliti makhluk yang tertangkap jaring itu dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.(plakk)
“Aoiiiiii....?” panggil meraka bersamaan.
“Iya ini Aoi bukan putri gurame.” Ucap Aoi kesal.
“Papih kirain... hehehehe maaf deh?!” Pak Miyavi meminta maaf pada anaknya sambil melepas jaring.
“Lagian kakak ngapain juga di dalam air? Udah tau mukanya mirip gurame gitu.” Ujar Hitsugi yang langsung mendapatkan deathglare dari Aoi.
“Memang situ mukanya nggak mirip ikan gabus apa?” balas Aoi pada adik tercintanya.
“Kan malah jadi imut. Hehehhe,,” jawab si Hitsugi dengan Pe-De yang membuat ketiga orang (Ruki, Uruha, Kai) hampir gubrak berjamaah melihat kenarsisan duo kakak-adik ini.
“Udah- udah, jangan berantem. Ayo pulang aja udah mau hujan. Mamih dah masak gurame bakar tuh di rumah.” Lerai sang bapak pada anak-anaknya yang berwajah serem ini. Kalo author boleh bilang mereka bertiga mungkin bunshinnya Pein Akatsuki karena mukanya kebanyakan tindikan. XD
“Ehmmm... Pak...” panggil Kai dan Ruki dengan mata berbinar.
“Iya nak?” tanya si Miyavi sedikit merem karena silau dengan kilauan ketiga teman anaknya itu.
“Kami boleh ikut makan siang?” tambah Uruha jadi semakin melek.
“Oh iya tentu saja. Ayo.” Ucap Pak Miyavi. Mereka lalu pulang ke rumah Aoi dan Menyantap ikan bakar yang di bikin sama Hyde mamihnya Aoi. Herankan? Mamihnya cantik banget kenapa anaknya semua nggak ada yang wajahnya bener. Salahkan Miyavi yang terlalu sayang sama gurame dan ikan gabusnya.
“Masakannya enak nih tante..” puji Ruki pada ibunya Aoi.
“Beneran? Nambah lagi aja, tadi habis panen jadi masih baanyak.” Ucap Hyde pada temen anaknya.
“Eh kayaknya ada yang kelupaan deh..” kata Kai tiba-tiba.
“Ah kamu sih masih kecil pikunnya nggak ketulungan. Paling juga buku atau kertas ulangan bahasa inggris kamu ketinggalan di sekolahan.” Komen Aoi.
“bukan deh kayaknya.” Sanggah Kai yang masih ngerutin dahinya berpikir keras.
“kayaknya sesuatu yang lebih dari itu.” tambahnya.
“Gyaaaa.... REITA.” Ucap mereka semua bersamaan.
Sementara itu.
“Mana sih si Kai? Jangan-jangan lupa kalau lagi petak umpet lagi. Malah udah mau...”
Dhuaaar ktikkk tik tik tikk tiikkk *sfx hujan
“hujaaaaaaaaann.................”  Reita yang terlupakaan masih duduk sendirian di tengah kebun nanas dan sekarang kehujanan.




Owari
Hahahaha gara-gara keingat masa kecil jadi bikin ff aneh ini. Author biasanya lama banget kalau disuruh jaga dan nyari temen-temen dulu.(Ga ada yg nanya kayaknya)
Ni lagi dapet tugas banyak banget diawal semester tapi seneng juga karena nilai smester kemarin naik hehhehe... ini malah  mau praktek lapangan jadi bingung sendiri deh
OK makasih dah mau baca lebih seneng lagi kalo ada yang review nih. ^_^


Jumat, 29 Juni 2012

FANFIC CNU B1A4


Wonderful Night Wonderful Birthday
Author            : Momo Anicha
Cast                 : Shin dong woo
                         Jung jin young
                         And other
Genre              : romance and friendship
Warning         : OOC, boy love ( yaoi ), mistypo dan keanehan lainnya
Spesial fanfic for nae nampyon Shin Dong Woo, Saengil Chukaehamnida Oppa and i love you      ^_^
Shin Woo pov.
Hatiku rasanya panas dan benar-benar kesal sekarang, tidakkah ia sadar? Dia membuatku seperti ini dengan tingkahnya itu. Aku masih melihatnya asyik mengobrol dengan seorang gadis yang sangat tidak ku sukai. Wanita mejengkelkan. Hei ini hari ulang tahunku bisakah memberiku sedikit kejutan atau apa pun yang membuat hati ku senang. Bukan hanya sekedar ucapan Happy birthday saja.

Senin, 30 Januari 2012

Fanfiction Boyfriend


FAIRY TALE of a MIRROR
Special for all mirror prince in the world

Author                        : Momo AniCha/MoCha
Genre              : fantasy
Warning         : gaje, mistypo, OOC maybe, dkkl (baca: dan kegajean-kegajean lainnya)
Cast                 : member boyfriend and OC (glassie)
Sebuah fanfic yang terinspirasi ketika author tengah memandangi ke-imut-an, ke-unyu-an, ke-yeppeo-an and ke-kawaii-an seorang yeoja yang author liat saat author bercermin ^_^.
 #dirajam beling ma reader.  ( -_- )V
.
.
 Bruuk..
Suara seseorang namja blondie telah menjatuhkan tubuhnya di atas bed ukuran sedang setelah puas menutup pintu (baca: membanting pintu). Menjambaki rambutnya, menatap buku-buku berserakan dari hasil tangannya. Mendengus sebentar dan menghempaskan badannya lagi tanpa sadar telah kupandangi ia dengan seksama, Ya aku sedang dikamar seseorang tanpa diketahui si pemilik itu atau bisa disebut diketahuinya tetapi secara implisit. Berjalan mendekati cermin besar dikamarnya, memandangi dirinya sejenak,lalu tersenyum manis.

Kamis, 05 Januari 2012

fansfiction ft island

HUJAN

Tittle               : Hujan
Cast                 : FT Island
Author            : Momo Ani Cha (MoCha)
Genre              : angst gagal
Warning         : BL, gaje, miss typo, dll.
Sebuah fanfic yang terinspirasi oleh lagu Raining Ft island dan musim penghujan....
Please read n review ^^

 Kuseka lagi air mata yang turun menjalari wajah ku, Ya Tuhan kenapa masih berat sekali rasanya??? Kenapa ini semua terjadi begitu cepat. Aku tak pernah menduga akhir yang seperti ini. Kuletak kan gitar ku sembari duduk di dekat jendela memandang langit yang menampakkan kelabunya. Sedih, sakit, pilu, miris, senang dan lainnya menyatu bertaut tak mampu kubedakan.

FANFICTION NARUTO

Shoot me please
Disclaimer : Naruto punya om Masashi, kalo yang punya saya pasti saya sudah terkenal sekarang
Warning : OOC, OC, typo(s),gaje dan kawan kawannya
Genre : maunya sih humor tapi terserah menurut yang baca
Rating: K+
Kulangkahkan kakiku secepat mungkin mengejar waktu ‘Ya Tuhan jangan sampai aku terlambat hari ini’ pintaku dalam hati.
“Cepat kumpul ,lari jangan santai santai” teriak kakak kakak panitia ospek kepada kami anak yang terlambat datang.
Segera saja kupercepat lariku menuju lapangan tengah tempat dimana apel pagi akakn dilaksanakan seperti hari kemarin ,namun bedanya kemarin aku nggak telat hari aku

Senin, 21 Desember 2009

sajak-puisi

dari jendela senja

kutatap dari jendela
kulihat semburat merah yang disisakan surya
yang telah menggulungkan keemasan cahaya fajarnya
kutatap aliran gemericik yang mengusik itu
terlihat oleh ku
beberapa

dedaunan terbawa alirannya
kudengar gemericik aliran sungai mengalir
membekas di batin ku
dan kurasai suatu kesadaran mataku
yang pernah tertutup embun dingin
dari kelabu salju yang membeku
kutatap lebih dalam lagi
kedasarnya....
dan mulai kurasai hangatnya
lembutnya.....
sentuhan semilir angin
yang seiring menyadarkan beku kelabu hatiku