Wonderful Night Wonderful Birthday
Author : Momo Anicha
Cast : Shin dong woo
Jung jin young
And other
Genre : romance and friendship
Warning : OOC, boy love ( yaoi ), mistypo dan keanehan lainnya
Spesial fanfic for nae nampyon Shin Dong Woo, Saengil Chukaehamnida Oppa and i love you ^_^
Shin Woo pov.
Hatiku rasanya panas dan benar-benar kesal sekarang, tidakkah ia sadar? Dia membuatku seperti ini dengan tingkahnya itu. Aku masih melihatnya asyik mengobrol dengan seorang gadis yang sangat tidak ku sukai. Wanita mejengkelkan. Hei ini hari ulang tahunku bisakah memberiku sedikit kejutan atau apa pun yang membuat hati ku senang. Bukan hanya sekedar ucapan Happy birthday saja.
“hyung?? Kau tak apa wajahmu merah? Kau sakit?” tanya salah seorang donsaengku yang entah kenapa dia suka dipanggil bebek secara tiba-tiba.
“haahh Sandeul, tidak apa-apa. Aku baik-baik saja kok.” Ucapku mengelak dari selidiknya aku tau dia masih tidak percaya.
“hyung benar tidak apa-apa?” tanyanya lagi.
“iya, daripada aku. Panggil saja leadermu itu, kita akan segera perform sebentar lagi,” ucapku sedikit menekankan pada kata leader.
End Shin Woo pov.
“ok, aku panggil. Baroooo...” ucap si gigi kelinci alias si bebek Sandeul.
“Apa kau harus berteriak padaku sekencang itu? Kau bisa-bisa meruntuhkan gedung.” Ucap Baro sarkatis mungkin bagi yang tak biasa akan sakit mendengarnya.
“Tidak akan runtuh bangunan disini kuat. Lagipula suaraku bagus. Panggil Jinyoung hyung sana!” titah Sandeul mengalihkan perintah pada donsaengnya yang punya suara besar itu.
“Kau panggil sendiri saja..” ucap Baro akan melenggang pergi tapi dihadang si bebek.
“Baiklah. Jinyoung hyuuungg... cepat kesini....” teriaknya dihadapan Sandeul yang membuatnya langusung dijitak oleh hyung bebeknya itu.
“aaw... sakit hyung..” rintih si Baro.
“Panggil ke dekatnya pabbo..” ucap si Sandeul lalu mendorongnya keluar ruangan dengan paksa.
Skip time.
“tampaknya hari ini para bana puas dengan perform kita ya hyung.” Ucap si maknae kura-kura.
“tentu saja, kita sudah berusaha maksimal.” Ucap Jinyoung menanggapi kawan termudanya itu.
“lagipula aku sudah meminta mereka untuk selelu mencintai kita kemarin di twitter.” Celetuk si Cha Sun Woo atau yang biasa dipanggil dengan nickname Baro itu.
“Apa hubungannya memang?” tanya sandeul dengan polosnya.
“Tentu saja ada hubungannya.” Ucap si Baro yang merasa Sandeul akan menyindirnya.
“sudahlah kalian ini selalu berisik. Yang maknae itu kalian apa Channie?” tanya si cowok berkacamata dan berwajah manis nan cantik diantara mereka.
“Eomma ini yang memulai si Bebek.. ” ucap Baro dibuat-buat sok manja.
“enak saja yang mulai Baro kok, appa aku yang benar kan?” tanya Sandeul pada Jinyoung.
“uhuk..uhuk..” tiba-tiba saja si leader berambut merah terbatuk-batuk disela minumnya.
“kau kenapa Jinyoung? Kau baik-baik saja?” tanya CNU terlihat khawatir sambil menepuk-nepuk punggung Jinyoung.
“iya hyung aku baik-baik saja kok.” Tanggap si rambut merah itu lalu pergi duduk dan mengambil iphone nya.
“apa ini? Siapa yang menulis twit ini?” ungkap si Jinyoung kaget.
“kenapa lagi hyung?” tanya si maknae Gongchan tanpa mengalihkan pandangannya dari PSPnya yang entah kenapa berwarna pink(?). =_=”
“Ada yang menggunakan twiter ku tadi.” Ucap si Jinyoung kaget dengan keadaan akunnya itu.
“apa?? Apakah twittermu dihack orang?” tanya Sandeul.
“iya mungkin saja, aku harus mengatakan ini pada manajer dulu.” Ucapnya berusaha tenang.
“iya sebaiknya kau mengkonsultasikannya dulu.” Kata CNU atau Shin Dong Woo.
“Jinyoung hyung... kau dicari Min Ah..” teriak Baro didepan pintu.
“iya suruhlah tunggu, aku akan ganti baju dulu.” Ucap Jinyoung pada Baro.
‘secepat itukah ia lupa masalahnya hanya karena dicari Min Ah? Dia bahkan tak peduli dengan masalahnya karena Min Ah. Hatiku benar-benar sakit sekarang.’ Ungkap Cnu dalam hatinya.
Skip time.
CNU pov.
Sudah hampir jam 1 dini hari tapi Jinyoung belum juga datang entah mengapa? Apa dia terlalu asyik dengan si Min Ah itu? Menyebalkan sekali anak itu. Andai aku bisa menggantikan posisi Min Ah dihati Jinyoung. Aku benar-benar bingung, harusnya aku tak seperti ini dihari ulang tahunku sendiri.
Anak-anak lain sudah tidur, Gongchan telah memeluk boneka pinguinnya. Baro sudah tepar sejak tadi juga Sandeul.
Jinyoung kau dimana? Kau menyebalkan sekali.
Guuk...guuk... guukk... tunggu suara anjing? Aku hapal dengan suara itu, suara melgumi. Tapi dia dirumah tidak di dorm? Yang benar saja aku pasti berkhayal atau berhalusinasi. Ku tulis sebuah pesan pada Jinyoung untuk segera pulang. Besok ada jadwal bisa-bisanya dia pulang selarut ini untuk jalan-jalan.
Guuukk...guuk.. baiklah suara mengganggu itu semakin jelas. Aku akan menengok sebentar ke depan pintu untuk menghilangkan halusinasiku yang aneh ini.
Krieett... kubuka pintu pelan-pelan agar tidak mengganggu anak-anak lain. Dan kudapati hal yang mengejutkan anak anjing kesayanganku ada di depan pintu kamarku? Kukucek mata berharap agar jelas dan kuambil kacamataku di meja.
“itu benar kau melgumi?” tanyaku pada anjing itu yang dibalas dengan gonggongan manjanya lalu langsung menubrukku dan menjilati tanganku.
“baiklah. Ini kau, bagaimana kau bisa kemari sekarang? Eh tunggu ini apa?” ucapku seperti orang bodoh yang berbicara sendiri dengan peliharaanku.
“surat ya? Kenapa kau memakai kalung surat?” tanyaku pada anjingku yang menatapku dengan puppy eyesnya yang lucu.
Keluarlah, kutunggu kau dilantai teratas
Arctic fox
Jinyoung? Apa maksudnya? Apa ada kejutan untukku? Kuharap iya namun apa mungkin? Dia saja seharian sibuk dengan Min Ah itu. Tapi aku kesana saja.
Kujejaki langkahku meniti tangga satu persatu ditemani Muelgumi, sambil berharap dia menyiapkan kejutan untukku di hari ulang tahunku ini. Kubuka pintu lantai paling atas pelan . yang kudapati hanya gelap dan kulihat orang yang memanggilku kemari dia memakai blazer biru dan t-shirt putih berdiri di dekat pengaman di pojok kanan. Sepi. Tak ada kejutan atau apa? Lalu kenapa dia memanggilku?
“Jinyoung ada apa? Kenapa memanggilku kemari? Dan kenapa sampai selarut ini kau belum pulang malah berdiri diluar sini?” tanyaku memberondong pada namja cantik yang kusukai ini.
“kau bertanya terlalu banyak hyung, bagaimana aku menjawabnya?” balasnya tanpa mengalihkan pandangannya dari warna-warni lampu kota Seoul di malam hari. Memang indah tapi bisakah dia menoleh sebentar.
“kau ini jangan aneh-aneh Jinyoung, katakan ada apa? Ini sudah malam besok ada perform lagi kita harus segera kembali ke dorm.
“Kesinilah hyung..” pintanya padaku.
“baiklah tapi cepat katakan maumu dan mari pulang.” Ungkapku pada namja berambut merah itu.
“aku masih ingin disini denganmu hyung.” Katanya sangat polos membuat hati seolah ingin membawa tubuhku untuk melonjak-lonjak senang.
“ohh, kau yang membawa melgumi?” tanyaku padanya sok cuek padahal dalam hati aku ingin dia mengatakan yang lebih dari tadi.
“iya hyung, kau senang kan? Kau lama tidak bertemu dengannya kan?” tanya Jinyoung sambil memberikan senyum manisnya padaku.
“iya gomawo, tapi cepat lah katakan apa maumu itu mengajakku kemari?” tanyaku padanya yang berbelit itu makin kesal dan mendekat ke sampingnya memandang malam.
“tidak ada hanya ingin melihat malam Seoul denganmu hyung,” ucapnya masih menggantung dan tak jelas. “hyung, aku aneh ya? Kalau aku..”
“apa Jinyoung katakan saja?” aku memaksanya mengatakan apapun itu.
“ah tidak jadi.. malam ini indah ya?” ucapnya membuatku ingin menjitaknya saja.
“iya memang indah, oh ya bagaimana kencanmu dengan Min Ah? Menyenangkan?” tanyaku dengan menahan rasa marah yang benar-benar besar sekuat hati.
“ahahahahaha.. aku kencan dengan Min Ah? Yng benar saja... ahahaha kau lucu hyung... gadis itu ahahahaha...”dia malah tertawa selepas itu? Aneh.
“hyuung apa kau cemburu?” tanyanya Jinyoung secara tiba-tiba membuatku tersentak.
“a... apa? Cemburu? Tidak, aku tidak cemburu memang kenapa aku harus cemburu?” ucapku cepat-cepat menyangkal tanyanya juga pernyataan hatiku sendiri.
“benarkah? Aku melihat kau seperti itu hyung?” katanya masih tak menyerah.
“sungguh aku tidak...” kata-kataku terhenti dia menutup bibirku dengan telunjuknya.
“aku ingin kau cemburu untuk itu hyung... kumohon.. hyung ku tahu ini aneh tapi.. aku benar-benar ingin kau cemburu tadi hyung, dan lebih ingin lagi kau mencintaiku hyung?” ucapnya tampak kosong dan memelas dengan serigalanya yang tajam itu meredup. Hatiku rasanya ingin melonjak mendengarnya tapi aku belum pasti.
“apa.. apa? Apa yang kau katakan? Apa maksudmu Jinyoung?” tanyaku sambil berusaha meredam degup jantungku.
“Saranghaeyo Shinwoo hyung, i love you,, aku sangat mencintaimu hyung.. aku serius dan aku tahu ini aneh tapi aku tak bisa menahannya lebih lama.” kata Jinyoung membuatku makin berbunga. “hyung aku .. maukah kau menjadi namjachingguku?” tanyanya lagi sambil menggenggam tanganku.
“aku... ini Jinyoung... tapi ini kan..” aku kalang kabut jadinya dengan pernyataan dongsaengku yang cantik ini.
“jawab saja aku tahu memang aneh, kumohon?” pintanya memelas.
“ehmmmm...... iya...”ucapku menjawabnya.
“iya apa hyung.??” Tanyanya lagi memperjelaskan jawabanku.
“Iya aku mau jadi namjachingumu, nado saranghaeyo Jinyoung..” ucapku langsung dibalas pelukan olehnya.
“jeongmal gomawo hyung,” ucapnya sambil tangan kurusnya memeluk tubuhku yang sedikit lebih berisi dan lebih tinggi darinya lembut.
“saengil chukhae hamnida chagya..” ucapnya lagi padaku setelah melepas tubuhku dan menatapku dengan lembut dan senyum manisnya.
Patsss.. kulihat semua sekelilingku jadi terang benderang penuh dengan lampu kerlap-kerlip juga lilin yang tersulut perlahan oleh sebuah tali tipis diatasnya seperti api unggung di acara kemah. Lilin-lilin itu mengarah pada sebuah meja di sudut lain atap ini yang berisi banyak sekali makanan.
“happy birthday to you happy birthday happy birthday happy birthday to Cnu hyung..” suara Sandeul yang membawa kue, diikuti tepuk tangan suara anak lain Chanie dan Baro mengalun penuh energik. Mereka bertiga mendekatiku. Mereka memberiku kejutan malam ini? Teman-teman? Jinyoung? Air mataku rasanya mau keluar saja sekarang.
“hyung tiup lilinnya ya?” ucap Chanie.
“jangan lupa make a wish dulu, oh ya untuk hubungan baru kalian ahahaha..” kelakar si Baro padaku membuat wajahku memanas.
“kau ini Baro.” Ucapku menjitaknya. “kalian merencanakan semua ini tanpa memberi tahuku.” Ucapku pasang wajah kesal.
“kalau diberi tahu bukan kejutan hyung , cepat tiup dan kita makan.” Pinta si Sandeul.
Lalu kubuat permohonan dan kutiup lilin bertuliskan angka 21 itu. Aku sangat senang ini hari ulang tahun yang membahagiakan untukku. Terima kasih teman-teman semua.
“eh tapi, apa yang kau katakan tadi juga hanya bagian dari rencana Jinyoung? Hanya kejutan?” tanyaku masih ingin mengerti akan kebenaran sebenarnya.
“iya itu kejutan juga..”ucap Jinyoung sambil tersenyum manis yang justru membuatku sakit, jadi hanya tipuan?
“...itu kejutan hadiah ulang tahunmu. Kau adalah orang yang paling beruntung mendapat sebuah hadiah aeorang Jung Jinyoung yang tampan ini ahahha..” lanjutnya membuatku kesal dan menjitak kepala merahnya itu gemas.
“hei jangan merusak rambutku chagi..” ucap Jinyoung lalu mengeluarkan benda keramatnya, CERMIN. Membuat anak-anak tertawa semua. Dasar mirror freak.
“kau tidak tampan tapi cantik itu menurut polling kan hyung?” ucap si Sandeul.
“Aku ini tampan, aku ini seme jadi aku tampan. Aku ini appa kalian di B1A4 ingat itu.” Katanya masih membela diri.
“Apa? Kau seme? Aku tidak terima, bagaimana bisa aku yang lebih tua tahu?” bantahku tidak terima pada ucapan Jinyoung.
“Semua BANA tahu nya begitu terima saja, lagipula yang mengungkapkan siapa? Aku kan eomma..” ucapnya sambil melempar wink-nya lalu meminum cola miliknya. Baiklah tak apa, asal dengan mu aku senang kok.
“Terimakasih teman-teman semua kalian sangat baik padaku.” Ucapku sambil berdiri dan membungkukkan badan sedikit.
“Tak perlu begitu, kitakan keluarga disini. Benarkan appa? Dan kau adalah eomma kami..” ucap si Sandeul tidak kalah mau ikut menggodaku. Baiklah terserah saja, tapi ini benar-benar malam yang menakjubkan dan sebuah kejutan hari ulang tahun yang besar untukku. Tapi sedikit terlambat.
“Hei ini sudah memasuki jam 1 kalian terlambat memberi ku kejutan ini sudah masuk tanggal 17 juni harusnya kan?” tanyaku mencoba menggoda balik mereka.
“terlambat sedikit tak apa eomma, lebih baik terlambat daripada tidak, ahahaha..” ini pendapat Gongchan yang teraneh yang pernah kudengar. Ini benar-benar malam yang indah, kami akan berpesta malam ini disini bersama. Ditemani biintang-bintang dan kelap-kelip pelita malam di Seoul yang indah. Mendapat kejutan ulang tahun yang keren dan mendapatkan pria yang kucintai. Its wonderful night, and wonderful birthday.
Akhirnya selesai juga ini ff ku ^_^
Kupikir gak bakal jadi lagi kayak ff buat Sandeul kemarin, benar-benar suatu anugrah ini.
Happy birthday CNU oppa, mianhae rada telat ya oppa...
Buat reader jangan lupa RCL nya ditunggu, setidaknya ucapannya buat my third husband CNU ini ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar