Kamis, 05 Januari 2012

FANFICTION NARUTO

Shoot me please
Disclaimer : Naruto punya om Masashi, kalo yang punya saya pasti saya sudah terkenal sekarang
Warning : OOC, OC, typo(s),gaje dan kawan kawannya
Genre : maunya sih humor tapi terserah menurut yang baca
Rating: K+
Kulangkahkan kakiku secepat mungkin mengejar waktu ‘Ya Tuhan jangan sampai aku terlambat hari ini’ pintaku dalam hati.
“Cepat kumpul ,lari jangan santai santai” teriak kakak kakak panitia ospek kepada kami anak yang terlambat datang.
Segera saja kupercepat lariku menuju lapangan tengah tempat dimana apel pagi akakn dilaksanakan seperti hari kemarin ,namun bedanya kemarin aku nggak telat hari aku rada telat. Kulihat teman teman sudah berjejer tanpa pikir panjang aku langsung saja masuk ke dalam barisan kelas ku.
“Semuanya berbaris yang rapi bisa baris atau tidak?” teriak para kakak panitia lagi. Dalam hati aku berpikir apa orang ini nggak takut sakit tenggorokan apa ya?
“kakak – kakak panitia lapangan cepat periksa kelengkapan para peserta.” Perintah seorang berambut silver dan memakai masker . Dari kemarin perasaan dia terus yang ngomong apa dia ketua panitianya ya?
 Namun  bukan itu yang harusnya aku pikirkan sekarang , aku kan mungkin  belum lengkap aku tidak memakai sepatu vantopel hari ini. Aku Cuma pakai flat shoes ‘ Ya Tuhan bolehkah aku minta bantuan Mu lagi tolong aku jangan sampai aku ketahuan.’ Aku tahu ini bukan kebiasaan ku menjadi orang yang tidak penurut tapi kemari waktu technical meeting katanya boleh. Dan tapi mengapa juga kemarin pas ospek hari pertama ada yang dihukum ada yang tidak. ‘Ya Hinata kuatlah, jangan pasang tampang bersalah kalau nggak mau ketangkap basah. Percayalah kau tidak akan dihukum hari ini. ‘ suportku pada diri sendiri. Aku berusaha sebisa mungkin menyembunyikan sepatu ku dibalik rok panjang yang kukenakan saat para panitia memeriksa.
 Hatiku makin kacau saat kulihat  seoarang panitia rambut jabrik kuning mendekat. ‘GYAHAHA rambutnya lucu banget kaya duren di kebun belakang kakek Sarutobi tetangga ku, malah gaya nya nggak banget lagi . Masa pakai sleyer n bawa tas ransel gede plus sepatu boot nih orang mau ndaki gunung kali ya.’ Tawa ku dalam hati sambil nahan senyum yang mungkin aja lepas sewaktu –waktu melihat pemandangan yang unik  ini dan ternyata teman yang lain pun juga sama dengan ku.
Namun bukan itu dia mulai melirik perlengkapan kami semua ‘ya Tuhan tolong’ ungkap ku sekali lagi masih dalam hati. Dia berjalan dari arah belakang aku jadi makin gemetar. Rasanya ingin aku memainkan jari-jari tanganku seperti biasanya kalau aku grogi tapi jangan nanti ketahuan.
“Maju sana,” kudengar suaranya di belakangku. Kurasakan hatiku rasanya sudah mau copot saja. Lalu kutengokkan kepalaku ke belakang sedikit begitu juga dengan Tenten yang ada di sebelah kiriku. Dan ternyata.....
‘Ya Tuhan syukurlah bukan aku.’ Leganya ternyata yang diminta maju adalah Ino yang ada dibelakangku. Lalu si kuning jabrik itu maju ke depan mencari mangsa lain melewati aku yang masih belum sepenuhnya hilang gemetarku.
Setelah beberapa menit kemudian semua yang maju disuruh maju kedepan akan diberi hukuman.
“Yang tidak maju kedepan silakan duduk lagi” titah orang yang tadi ku anggap sebagai ketua panitia.
“Kalian mau dihukum apa?”tanya si seorang lain yang berambut sedikit panjang sambil ngemut rumput mungkin(?)
 *author: jadi ingat senior pas di SMP tampang keren tapi kok ngemuti rumput ya?*  *readers: woi gak usah curhat*
“Nggak dihukum apa-apa.” Jawab para makhluk di depan dengan tampang innocent. ”Apa??? kalian itu sudah berbuat salah tidak mau dihukum?” teriak sang pemakan rumput lagi.(?) “Apa itu yang sikap seorang mahasiswa kalau salah nggak mau tanggung jawab haah?” bentaknya lagi.
“tidak...” ucap mereka lagi.
“WOOI MAJU ”teriak seorang panitia lagi aku dan Tenten mau loncat saking kagetnya. Kulihat seorang cowok dengan rambut nanas dengan pasang tampang watados maju ke depan dengan malas. Ternyata dia terlambat dan langsung ikut duduk di barisan.
“kamu ini sudah jam berapa baru datang? Ini sudah jam setengah 8, kemarin disuruh datang jam berapa hah?” cerca si panitia ke anak itu setelah ada di depan.
“jam setengah 7 kak,” ungkapnya masih dengan tampang watadosnya.
“Lalu kenapa nggak maju yang lain saja sudah maju ke depan. Kemarin sudah di bilang kan kalau waktu apel ada yang merasa tidak lengkap atau terlambat segera maju.” Tambah si panitia yang punya coretan coretan ungu di pipinya.
“yang lain kalau masih ada yang salah segera maju” titah panitia itu lagi ke anak-anak yang duduk dan sudah bisa di pastikan gak akan ada yang mau maju. Aku juga nggak salah kalian tidak menyalahkan ku aku tidak akan maju.
Selama beberapa menit lamanya panitia mengoceh. Akhirnya panitia menyuruh masuk gedung aula untuk menerima materi. Tapi sebelum masuk kami harus menyanyikan yel-yel dulu. Dan yel-yel gaje yang disusun oleh Lee selaku ketua kelompok adalah ,
.
Tidak tertib tidak baik
Tidak tertib tidak baik

Tidak tertib tidak baik
Tidak tertib tidak baik
Tidak tertib tidak baik
Tidak tertib tidak baik
.
Setelah menerima materi yang panjang dan melelahkan karena cuma disuruh dengerin pemateri terus, duduk terus gak pindah kemana-mana untuk sekedar out bound atau apa. Dengan sebentar istirahat makan siang dan juga istirahat sore sekitar 15 menit. Akhirnya ospek hari ini hampir selesai kami dikumpulkan lagi di lapangan dan dibentak-bentak lagi. Satu kata saja m.e.m.b.o.s.a.n.k.a.n.
Ku lihat di depan kakak panitia mulai berkumpul, ”Hei cepet barisnya” teriak salah satu dari mereka.
“Siap grakk,  “ ucap Lee menyiapkan kelompok kami cuma begitu saja tidak ada yang lencang depan atau lainnya. ‘Kenapa kami bisa milih Lee jadi ketua kelompok kami ya dulu?’ benar-benar aneh.
Kemudian tak lama kemudian barisan semuanya sudah mulai rapi. “Yang tadi dapat hukuman membacakan puisi cepat maju ke depan!” perintah senior yang suka ngemutin rumput yang akhirnya ku tahu namanya adalah Genma.
Dan mereka yang terhukum pun akhirnya maju dan mulai membacakan puisi. Salah satunya seorang anak laki-laki yang punya tato merah di pipinya.
“mentari pagi mulai bersinar,
 pertanda sebuah semangat dan harapan baru terbuka bagi ku
tapi semilir sejuk telah memperdayakan ku
terbuai oleh mimpi
Ku langkah kan kakiku dengan semangat yang tinggi ,
Mengejar detik detik waktu
Namun semua tetap telah percuma
Aku telah terlambat
Wahai kakak –kakak panitia semua
Maafkan kesalahan ku
Ku janji tak akan ku ulangi lagi.”
Lalu sorak sorai pun membahana seisi lapangan setalah sekian waktu semua mahasiswa baru terdiam.
Namun tidak sengaja ditengah kegiatan itu saat aku memandang ke depan kulihat sosok yang menurutku ‘wow amazing’. Membawa sebuah kamera bersama dengan seorang temannya yang juga nggak kalah awesome. Sama –sama rambut hitam cuma yang satu modelnya kaya pantat ayam yang satu tidak.
“Hei hinata kakak yang di sana itu tampan yah” ucap Ino padaku sambil nunjuk 2 cowok tadi. Aku mendengar kan Ino hanya bisa menganguk kan kepalaku.
“ah Ino memangnya ada cowok yang nggak tampan menurut kamu, lihat pria bening sedikit aja langsung ngiler.” sergah Sakura.
“Apaan sih jidat lebar suka-suka ku kan aku ngomong ma Hinata.”
“ Ehh,tapi kalau mereka berdua memang penglihatan mu lagi bagus tuh kayaknya.he..he..”kata sakura sambil nyengir kuda.
Kuabaikan duo narsis itu dan kembali memusatkan perhatian ku pada sosok tadi khususnya pada yang laggi megang kamera dan memotret anak –anak yang sedang menjalani eksekusi(?) mereka.
Ya matanya yang hitam, rambut hitamnya yang lurus, badannya yang kurus walau tidak terlalu tinggi jadi kelihatan tinggi dan senyumnya yang membuat siapapun akan meleleh. Pokoknya manis banget deh buatku sama Jinyoung anggota boyband Korea nggak kalah deh.
Mereka dua sosok pria itu terus muter-muter ke depan kebelakang naik ke lantai atas kesana kemari buat ngambil foto dari berbagai sudut. Yang akhirnya malah bikin aku pusing ngelihatinnya.
Saking fokusnya aku malah nggak dengerin panitia ngomong apa. Lalu pria yang tidak kuketahui namanya yang bukan chicken hair tadi muncul di belakang ku. Aku rasanya girang banget tapi apa boleh dikata aku nggak seberani Ino atau sakura yang dengan narsisnya. ‘Kak fotoin kita dong ada obyek bagus nih “ kata Ino diikuti Sakura yang langsung pasang pose. Yang hanya dibalas senyum oleh kakak itu.
.
.
 Akhirnya ospek hari ini telah selesai tapi masih menyisakan tugas untuk esok hari yang malah makin banyak dari pada hari ini. Aku duduk di tempat satpam ditemani satpam aneh yang berambut putih panjang dan bertampang mesum yang senyum-senyum gaje ke aku. Ill fill deh jadinya malah Kak Neji nggak datang-datang lagi. Sudah ngantarin telah jemput telat juga. Namun tak lama ada kakak tanpa nama tadi lewat dia menoleh ke pos satpam. Membuat ku banyak berharap namun ”mari pak...”ucapnya ke satpam tadi lalu berlalu ke parkiran.
‘Huaah Cuma satpam aneh ini yang disapa, OmG... Kak memang nggak lihat aku apa? Terus dari tadi motret-motretin macem-macem kenapa aku nggak. Huwoo shoot me, take and inside me in your mind’ jeritku miris dalam hati.
.
.
Horee akhirnya selesai juga my first fanfic, karena masih baru jadi pasti masih banyak kurangnya, Mohon bantuannya para senpai dan juga readers . So REVIEW please . . . . .  ^ _ ^  . Flame juga nggak apa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar