HUJAN
Tittle : Hujan
Cast : FT Island
Author : Momo Ani Cha (MoCha)
Genre : angst gagal
Warning : BL, gaje, miss typo, dll.
Sebuah fanfic yang terinspirasi oleh lagu Raining Ft island dan musim penghujan....
Please read n review ^^
Kuseka lagi air mata yang turun menjalari wajah ku, Ya Tuhan kenapa masih berat sekali rasanya??? Kenapa ini semua terjadi begitu cepat. Aku tak pernah menduga akhir yang seperti ini. Kuletak kan gitar ku sembari duduk di dekat jendela memandang langit yang menampakkan kelabunya. Sedih, sakit, pilu, miris, senang dan lainnya menyatu bertaut tak mampu kubedakan.
Flash back.
“kau lihat tidak langit sudah sangat mendung cepatlah sedikit atau kita akan kehujanan.” omel sang vokalis group kami yang sangat cerewet tak ketulungan.
“Ya sebentar lagi, aku juga sudah siap hanya tinggal menalikan sepatu tak perlu secerewet itu kan. Kadang aku heran jangan-jangan kau ini makhluk trans ya?” ucap Jaejin tajam langsung membuat si Hongki meledak.
“Kau ini...”marah Hongki sambil menjitak dongsaengnya yang berwajah secantik dirinya. Daripada dibilang menjitak lebih tepatnya memukul.
“Awww hyung sakiit”rintih sang namja berbibir imut ini.
“Makanya jadi dongsaeng jangan kurang ajar.”ucapnya ketus lalu pergi ke mobil mereka untuk segera berangkat ke show.
“hihihi makanya jangan membuat nenek sihir marah. Sudah tahu dia sedang sensitive dari tadi pagi gara-gara Jonghun pergi buat foto majalah sama cewek.” Ledek sang sub vokal mereka yang kita ketahui bernama Won Bin.
“Sabar ya hyung. Hongki hyung sepertinya lagi ngambek karena nggak kubagi ayam goreng tadi pas sarapan.^^” ucap sang maknae dengan ketidak sambungannya dengan keadaan sesungguhnya. (?)
“Hei cepet masuk atau kalian jalan kaki ke sana.” Titah Hongki dari dalam mobil.
“Baiklah kami kesitu” jawab Won Bin. Dan mereka pun segera pergi ke tempat tujuan mereka tanpa sang Leader mereka, karena sang leader alias Jonghun akan berangkat ke tempat itu sendiri setelah selesai sesi pemotretan.
.
.
.skip
.
.
“Kau masih marah Hongki ah?”tanya sang pianist sekaligus leader group mereka.
“Tidak aku sama sekali tidak marah untuk apa aku marah?”bantah Hongki.
“Benar kau tidak marah aku bersama yeoja lain?”
“Kenapa harus marah? Kau saja tak pernah mempedulikan aku. Silakan saja bersenang-senang dengan yeoja mu itu.”sarkatis Hongki pada makhluk berhidung mancung di hadapannya.
“Wonbin ah kita pergi belanja berdua ya?’’ ungkap Hongki ke Wonbin yang sedari tadi tampak sedikit gelisah sambil melirik seseorang.
“Eh, tapi aku..” Wonbin mengelak.
“Ayolah tidak ada tapi kita kan bebas jadwal sampai nanti sore?”rengeknya memanasi si Pinocchio (?) yang ternyata memang menjadi panas hatinya.
“A-aku, ada hal lain yang harus ku kerjakan Hongki ah maaf lain kali saja. Kau kan bisa pergi dengan Jonghun.”tolak Won bin sedikit gelagapan.
“Apa aku pergi dengannya lebih baik tidak.”
“Sudahlah jangan bertingkah seperti itu, kalian ini bukan anak kecil selesaikan dengan baik-baik.” nasehat Wonbin sembari mengekorkan matanya kepada seseorang yang telah pergi duluan meninggalkan ruangan itu. Lalu dia pun mengikuti sosok itu meninggalkan couple favorit di ft island yang lagi perang dingin.
Wonbin pov.
Kulangkahkan kakiku cepat berharap untuk menemukannya sesegera mungkin. Ah itu dia dengan Minhwan menuju mobil untuk bersiap kembali ke dorm. Segera kuhampiri dia.
“Jaejin.”panggilku.
“Ya hyung” jawabnya padaku.
“mmm bisa kita bicara sebentar?”pintaku penuh harap.
“ya boleh”jawabnya yang membuat kegelisahan ku sedikit memudar.
.
End wonbin pov.
.
Di bawah naungan mendung tebal yang tak enggan pergi sejak orang-orang mulai terbangun dari mimpinya tadi pagi. Hembusan semilir angin cukup membuat orang bergidik kedinginan. Seolah menandakan paku langit akan segera berjatuhan.
“Jaejin..” ucap Wonbin sebisa mungkin menyembunyikan rasa gemetarnya.
“Ada apa hyung?”tanya Jaejin dengan polosnya.
“Aku...aku..”
“Ya???”masih dengan tampang polosnya.
“Aku... aku... saranghae Jaejin...”ucap seorang Wonbin seolah-olah telah membuat waktu berhenti bagi seorang Jaejin.
“Hei apa jawabmu???” tanyaWonbin pada dongsaeng nya yang masih mematung setelah sekian lama.
“Eh aku..aku.... Ini terlalu mengagetkan ku.”jawabnya gelagapan.
“Jadi apa jawabmu? apa kau tidak menerima perasaan ku ini?”
“Ehmm aku tak yakin. Ini terlalu aneh untukku.”
“Bukannya kau tahu hubungan Jonghun dan Hongki?”
“Ya aku tahu tapi kalau aku yang menjalani aku tak yakin... maaf’’ungkapnya sedikit takut-takut.
“Ya baiklah,kalau memang begitu.”dengan perasaan kecewa.”Tapi kuharap kau mau memikirkannya lagi.” Lalu Wonbin berlalu meninggalkan Jaejin yang masih tak habis pikir dengan apa yang baru saja terjadi dengannya.
.
Skip
.
“Kemana tadi Wonbin hyung’’ tanya sang maknae alias minhwan.
“Entahlah tadi dia bilang ada urusan.” jawab Hongki yang sedang duduk disofa sambil membaca komik disamping Jonghun. Sepertinya mereka telah berbaikan.
“Oh ya bukannya tadi kau bersama dengannya Jaejin? Apa dia bilang mau kemana?”tanya Jonghun.
“Dia tidak mengatakan nya padaku?”jawab Jaejin dengan menyembunyikan perasaan gelisahnya.
“O begitu” tanggap sang leader singkat.
.
Skip
.
Jaejin pov
Hujan membulir pelan menyentuh tanah menimbulkan bau menusuk yang mampu membuat mata perih serasa mendesak air keluar dari dalamnya. Dedaunan kering berjatuhan diterpa angin hujan sore ini, membawa pula dingin yang menusuk kulit. Dingin, sunyi, sepi, hanya diam. Semua diam melihatnya, melihat wajah putih bersih itu diam tenang. Terdengar sedikit isak tangis kulihat Minhwan dan Hongki matanya memerah. Wonbin, ya Oh Wonbin meninggalkan kami semua dia telah berpulang hari ini. Hatiku rasanya sakit sedih semua bersatu tanpa kutahu apa yang sebenarnya kurasakan. Sesal mungkin itu yang paling tepat. Andai aku menerima pernyataannya dan tidak membiarkannya pergi? Maafkan aku sungguh sebenarnya rasa itu ada namun aku tak mau ini berlanjut. Andai kutahu ini?! Tuhan kenapa ini terjadi? Sungguh manusia hanya makhluk yang tak pernah tahu rahasia ini. Semua terdiam hanya suara hujan membuat musik dengan menabuh tanah di luar sana dengan merdu seolah mengalunkan Gloomy Sunday mengiringi suasana ini.
.
.
.
Hujan masih memainkan melodinya dengan tempo yang cepat menyuarakan hatiku dan sesalku. Kurasai mataku yang tak beda dengan cuaca diluar. Wonbin maafkan aku? Air hujan membuat pandanganku ke halaman semakin buram.
“Hyung?”panggil seseorang yang menepuk bahuku.”Hyung masih mengingatnya lagi? Sudahlah hyung jangan menyesalinya berlebihan, itu akan membuatnya sedih.” nasehat Seunghyun pengganti posisi Wonbin sekarang. Masih muda dan sedikit kekanakan seperti Minhwan tapi kadang bisa jadi bijak juga.
Aku mencoba menghapus air mataku dan tersenyum “aku hanya merindukannya. Kau tidak perlu khawatir.” Jawabku.
“ Aku tahu kau pasti merindukannya semua juga begitu. Aku juga merindukannya hyung” sahut sang maknae.
“Besok genap setahun dia meninggalkan kita.” Ucap Hongki serak entah karena memang suaranya begitu atau ia ingin menangis pula.
“Benar juga bagaimana kalau kita mengunjunginya sebelum kita berangkat ke Jepang?”usul Jonghun.
“Ya ide bagus,kita lakukan besok. Jaejin jangan menekuk muka begitu terus. Mukamu yang jelek jadi semakin tidak enak dilihat” celetuk Hongki.
“Memangnya wajah Hongki hyung lebih baik dari Jaejin hyung?” ucap si maknae innocent yang langsung dijitak oleh Hongki.
Mereka semua, aku senang memiliki kalian semua. Hujan ini, Wonbin kami masih sangat menyayangimu aku juga masih menyesal tapi mereka menemaniku. Kau tenang-tenanglah disana. Hujan masih melanjutkan melodinya seolah menderukan lagu Raining dengan merdu.
Huaah selesai juga first fic ku tentang Ft island yang ancur dan pendek. Sebenarnya gak tega juga bikin Wonbin meninggal. Tapi makasih buat yang dah mau baca. Dan please mohon harap wajib untuk di REVIEW ya chingudeul. ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar